| DIAGNOSIS ITU PERLU Pada dasarnya, jenis kulit kepala wanita Asia ada 3, yaitu normal, kering, dan berminyak. Kondisi tersebut tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi diperlukan alat sensor rambut yang didesain untuk menganalisis jenis kulit kepala secara lebih akurat (biasanya tersedia di klinik dan salon perawatan rambut). Yang paling banyak bermasalah tentu saja jenis kulit kepala berminyak. Kondisi kulit kepala yang berminyak merupakan lahan berkembang biaknya jamur Pityrosporum ovale yang menyebabkan ketombe. Sedangkan kulit kepala yang kering bisa membuat kulit kepala terkelupas, sehingga muncul serpihan-serpihan putih menyerupai ketombe. Mengenai kondisi kulit kepala yang sensitif, banyak orang terkecoh. Sebenarnya, kondisi itu dipicu oleh perawatan yang salah, sehingga timbul iritasi yang menyebabkan kulit kepala menjadi sensitif, bukan karena kondisi alamiah kulit kepala. Tekstur rambut juga ikut berpengaruh. Rambut ikal atau keri-ting, misalnya, meskipun bagian akarnya berminyak, biasanya ujung batang rambut cenderung kering. Ini diakibatkan oleh distribusi minyak yang dihasilkan sebum di kulit kepala tidak merata ke seluruh batang rambut. Sedangkan kulit kepala yang berminyak dengan rambut yang bertekstur lurus atau tipis, biasanya akan terlihat berminyak mulai dari akar hingga ujung rambut. Ini disebabkan karena tekstur rambut lurus dan tipis memudahkan distribusi minyak lebih merata ke seluruh batang rambut. Jenis rambut dapat dibagi menjadi 4, yaitu normal, kering, berminyak, dan jenis rambut rusak akibat proses kimia (bleaching, pewarnaan, pengeritingan, pelurusan). Rambut bercabang, rontok, kusam, dan mudah patah bukan termasuk jenis rambut, melainkan efek dari perawatan rambut yang salah. Selain 4 jenis tersebut, ada jenis kulit kepala kombinasi. Ini merupakan masalah yang paling sering ditemui dan susah untuk diatasi. Tapi, kasus tiap orang unik. Ada wanita yang jenis kulit kepalanya berminyak, tapi sekaligus terdapat serpihan yang menyerupai ketombe yang umumnya disebabkan oleh terlalu se-ring atau justru terlalu jarang keramas. KERAMAS VS JENIS RAMBUT Banyak orang menganggap perawatan dasar, seperti keramas, itu sepele, padahal banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti: • Bila jenis kulit kepala normal, frekuensi keramas jangan terlalu sering. Cukup seminggu 2 kali. Kecuali jika melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat atau kegiatan di luar ruangan yang rentan polusi. • Bila kulit kepala berketombe, pilih sampo yang mengandung salah satu dari bahan aktif untuk membasmi ketombe, seperti zinc phyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, tea-tree oil, atau sulfur. Bahan aktif tersebut cenderung membuat kulit kepala kering. Karena itu, jika ketombe sudah hilang, kembali gunakan sampo yang sesuai dengan kulit kepala (normal atau kering) sebagai pengganti sampo antiketombe. Conditioner juga harus tetap disertakan, asal tidak dioleskan banyak-banyak di dekat kulit kepala. • Bila kulit kepala kering, sampo dan conditioner harus ter-pisah. Mencuci rambut sebaiknya dilakukan 2-3 kali seminggu. Conditioner juga wajib diaplikasikan. Sebagai catatan, untuk tekstur rambut lurus dan tipis, gunakan conditioner yang mudah dibilas. Perhatikan komposisi bahan. Hindari yang mengandung lanolin, minyak tumbuh-tumbuhan, cocoa butter, mineral oil, atau petrolatum, karena susah dibilas sehingga membuat rambut terlihat lepek. Untuk tekstur rambut ikal, keriting, atau kasar, boleh menggunakan condisioner lebih banyak. • Kulit kepala berminyak, boleh keramas setiap hari. Pijatan bo-leh dilakukan, namun jangan terlalu lama dan keras, karena dapat menstimulasi kelenjar minyak. Yang perlu diperhatikan adalah zat pembersih aktif yang terkandung di dalamnya, jangan yang terlalu keras karena bisa timbul iritasi. Pilih yang lembut untuk pemakai-an sehari-hari. Jangan menggunakan sampo 2 in 1 karena conditioner yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan rambut cepat lepek. Pakailah conditioner yang ringan secara terpisah dan hindarkan dari kulit kepala. • Bila kulit kepala berminyak, tapi ujung rambut kering, boleh dicuci setiap hari tapi tidak disarankan menggunakan sampo 2 in 1. Gunakan saja sampo untuk rambut normal. Ketika keramas, fokuskan pada bagian kulit kepala. Aplikasikan conditioner untuk rambut kering hanya di bagian ujung rambut (jangan sampai ke akar) dan diamkan beberapa saat. Makin lama makin baik, agar terserap sempurna ke dalam kutikula rambut. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah jangan menggaruk kulit kepala dengan kuku jari saat keramas. Gunakan bagian ujung jari yang tumpul dan datar untuk proses eksfoliasi. Satu hal lagi, perhatikan kadar pH yang terkandung dalam sampo. pH yang bersifat basa biasanya lebih efektif membersihkan rambut dibanding dengan pH yang bersifat asam. pH yang seimbang berkisar antara 5 hingga 6,8. Namun, pada beberapa kasus, seperti rambut berminyak, terkadang dibutuhkan pH asam lebih tinggi. [Dari femina 9 / 2008] |
Kulit Kepala Juga Ingin Disayang
12.28 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jumat, 09 Juli 2010
Kulit Kepala Juga Ingin Disayang
| DIAGNOSIS ITU PERLU Pada dasarnya, jenis kulit kepala wanita Asia ada 3, yaitu normal, kering, dan berminyak. Kondisi tersebut tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi diperlukan alat sensor rambut yang didesain untuk menganalisis jenis kulit kepala secara lebih akurat (biasanya tersedia di klinik dan salon perawatan rambut). Yang paling banyak bermasalah tentu saja jenis kulit kepala berminyak. Kondisi kulit kepala yang berminyak merupakan lahan berkembang biaknya jamur Pityrosporum ovale yang menyebabkan ketombe. Sedangkan kulit kepala yang kering bisa membuat kulit kepala terkelupas, sehingga muncul serpihan-serpihan putih menyerupai ketombe. Mengenai kondisi kulit kepala yang sensitif, banyak orang terkecoh. Sebenarnya, kondisi itu dipicu oleh perawatan yang salah, sehingga timbul iritasi yang menyebabkan kulit kepala menjadi sensitif, bukan karena kondisi alamiah kulit kepala. Tekstur rambut juga ikut berpengaruh. Rambut ikal atau keri-ting, misalnya, meskipun bagian akarnya berminyak, biasanya ujung batang rambut cenderung kering. Ini diakibatkan oleh distribusi minyak yang dihasilkan sebum di kulit kepala tidak merata ke seluruh batang rambut. Sedangkan kulit kepala yang berminyak dengan rambut yang bertekstur lurus atau tipis, biasanya akan terlihat berminyak mulai dari akar hingga ujung rambut. Ini disebabkan karena tekstur rambut lurus dan tipis memudahkan distribusi minyak lebih merata ke seluruh batang rambut. Jenis rambut dapat dibagi menjadi 4, yaitu normal, kering, berminyak, dan jenis rambut rusak akibat proses kimia (bleaching, pewarnaan, pengeritingan, pelurusan). Rambut bercabang, rontok, kusam, dan mudah patah bukan termasuk jenis rambut, melainkan efek dari perawatan rambut yang salah. Selain 4 jenis tersebut, ada jenis kulit kepala kombinasi. Ini merupakan masalah yang paling sering ditemui dan susah untuk diatasi. Tapi, kasus tiap orang unik. Ada wanita yang jenis kulit kepalanya berminyak, tapi sekaligus terdapat serpihan yang menyerupai ketombe yang umumnya disebabkan oleh terlalu se-ring atau justru terlalu jarang keramas. KERAMAS VS JENIS RAMBUT Banyak orang menganggap perawatan dasar, seperti keramas, itu sepele, padahal banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti: • Bila jenis kulit kepala normal, frekuensi keramas jangan terlalu sering. Cukup seminggu 2 kali. Kecuali jika melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat atau kegiatan di luar ruangan yang rentan polusi. • Bila kulit kepala berketombe, pilih sampo yang mengandung salah satu dari bahan aktif untuk membasmi ketombe, seperti zinc phyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, tea-tree oil, atau sulfur. Bahan aktif tersebut cenderung membuat kulit kepala kering. Karena itu, jika ketombe sudah hilang, kembali gunakan sampo yang sesuai dengan kulit kepala (normal atau kering) sebagai pengganti sampo antiketombe. Conditioner juga harus tetap disertakan, asal tidak dioleskan banyak-banyak di dekat kulit kepala. • Bila kulit kepala kering, sampo dan conditioner harus ter-pisah. Mencuci rambut sebaiknya dilakukan 2-3 kali seminggu. Conditioner juga wajib diaplikasikan. Sebagai catatan, untuk tekstur rambut lurus dan tipis, gunakan conditioner yang mudah dibilas. Perhatikan komposisi bahan. Hindari yang mengandung lanolin, minyak tumbuh-tumbuhan, cocoa butter, mineral oil, atau petrolatum, karena susah dibilas sehingga membuat rambut terlihat lepek. Untuk tekstur rambut ikal, keriting, atau kasar, boleh menggunakan condisioner lebih banyak. • Kulit kepala berminyak, boleh keramas setiap hari. Pijatan bo-leh dilakukan, namun jangan terlalu lama dan keras, karena dapat menstimulasi kelenjar minyak. Yang perlu diperhatikan adalah zat pembersih aktif yang terkandung di dalamnya, jangan yang terlalu keras karena bisa timbul iritasi. Pilih yang lembut untuk pemakai-an sehari-hari. Jangan menggunakan sampo 2 in 1 karena conditioner yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan rambut cepat lepek. Pakailah conditioner yang ringan secara terpisah dan hindarkan dari kulit kepala. • Bila kulit kepala berminyak, tapi ujung rambut kering, boleh dicuci setiap hari tapi tidak disarankan menggunakan sampo 2 in 1. Gunakan saja sampo untuk rambut normal. Ketika keramas, fokuskan pada bagian kulit kepala. Aplikasikan conditioner untuk rambut kering hanya di bagian ujung rambut (jangan sampai ke akar) dan diamkan beberapa saat. Makin lama makin baik, agar terserap sempurna ke dalam kutikula rambut. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah jangan menggaruk kulit kepala dengan kuku jari saat keramas. Gunakan bagian ujung jari yang tumpul dan datar untuk proses eksfoliasi. Satu hal lagi, perhatikan kadar pH yang terkandung dalam sampo. pH yang bersifat basa biasanya lebih efektif membersihkan rambut dibanding dengan pH yang bersifat asam. pH yang seimbang berkisar antara 5 hingga 6,8. Namun, pada beberapa kasus, seperti rambut berminyak, terkadang dibutuhkan pH asam lebih tinggi. [Dari femina 9 / 2008] |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar